Senin, 02 Februari 2015

Cara membuat Label Undangan dengan Ms Word 2007 dan Ms. Excel 2007

Mungkin anda sering melihat sebuah label undangan yang berbentuk persegi panjang yang menempel di kertas undangan. Mungkin dalam benak anda sering bertanya-tanya bagaimana ya cara membuatnya? Itu sangat gampang kok, ikutin aja langkah-langkah berikut ini. Tapi di sini saya membuat data undangannya dari Ms. Excel karenan lebih sederhana.
(img:507299575974972)
Langkah 1
1. Buka Program Ms. Excel
2. Setelah itu, anda tulis dulu ya… nama-nama yang ingin di undang, seperti di bawah ini:
(img:507299785974951)
3. Setelah itu jangan lupa di simpan, dengan nama file “Data Undanganâ€
(img:507299902641606)
4. Setelah itu program Ms. Excel nya close.
Langkah 2
Kita akan membuat master label, misalkan kita akan membuat master label dengan jenis Label 103, langkah yang harus dilakukan adalah :
1. Buka program Ms. Word, seperti di bawah ini
(img:507300239308239)
2. Klik menu Mailings – Label,
(img:507300499308213)
(img:507300595974870)
3. Klik Options.
(img:507300862641510)
4. Klik New Label.
(img:507301235974806)

  • Label Name isilah sesuai dengan keinginan anda
  • Top Margin diukur dari tepi kertas atas sampai ke tepi Label paling atas
  • Side Margin dari tepi kertas sebelah kiri sampai ke tepi label paling kiri
  • Vertical Pitch dihitung dari tepi atas label baris pertama sampai ke tepi atas label baris kedua
  • Horizontal Pitch dihitung dari tepi kiri label kolom pertama sampai ke tepi kiri label kolom kedua
  • Label height, tinggi label dihitung dari tepi atas label sampai tepi bawah label. Untuk lebih mudahnya tinggi label ini biasanya tertera di bungkus label yang anda beli,
  • Label Width, lebar label dihitung dari tepi kiri label sampai tepi kanan label.
  • Number across, diisi dengan banyaknya label dalam satu baris
  • Number down, banyaknya label dalam satu kolom
  • Page Size, sebaiknya anda pilih ukuran Custom (Catatan: diingat ukuran Page Size harus sama dengan Page pada pada Properties Printer Anda, karena jika tidak sama maka hasil Print tidak akan pas)
  • Page Width, lebar ukuran kertas label
  • Page Height, tinggi ukuran kertas label
5. Setelah semua terisi dengan benar, kemudian klik OK
(img:507303355974594)
6. Klik Ok
(img:507306745974255)
7. Klik New Document, maka Ms. Word akan membuka lembar baru seprti di bawah ini
(img:507308959307367)
8. Setelah itu Save, (simpan dalam satu folder dengan data Ms. Excel yang telah kita buat tadi)
(img:507309085974021)
Langkah 3
1. Klik Menu Mailling dan Klik Select Recipients dan Pilih Use Existing List.
(img:507309375973992)
2. Buka File Excel (misalnya : Data Undangan) yang anda buat tadi – Klik Open
(img:507309525973977)
3. Maka tampil kotak dialog “Select Tableâ€, karena kita tadi menulis nama undangan di Sheet 1, klik Sheet 1$ – Ok
(img:507309682640628)
4. Selanjutnya kita memasukan filed ke dalam table yang kita buat dengan cara kita klik Insert Merge Field - Kemudian klik Filed satu persatu sesuai dengan posisi yang diinginkan.
(img:507309842640612)

5. Setelah masuk semua maka hasilnya seperti dibawah ini:
(img:507310035973926)
6. Hal yang paling penting yang harus dilakukan adalah kita meletakan Next Record didepan filed nama selain di filed nama pada kolom pertama baris pertama. Klik Maillings – Rules – Next Record
(img:507310155973914)
Sehingga seperti gambar berikut :
(img:507310232640573)
7. Untuk melihat hasil penggabungan data tadi dengan cara mengklik Ikon
(img:507310312640565)
Dan lihat hasilnya seperti ini :
(img:507310422640554)
8. Untuk mengePrintnya…. Klik Finish & Merge – Print Document…
(img:507310502640546)
(img:507310565973873)

  • All, jika kita ingin mengeprint semua
  • Current Record, jika kita hanya ingin mengeprint yang di tampilkan di record
  • Form..to…, jika kita ingin mengeprint dari record ke record berapa.
9. Klik Ok
NB : jangan lupa ya… ukuran Page Size harus sama dengan Page pada pada Properties Printer Anda, karena jika tidak sama maka hasil Print tidak akan pas.

Membuat pertanyaan Masalah komputer

Anda ingin menanyakan masalah komputer anda, seperti masalah :

1. Masalah susah Install ulang, tidak kedetek partisi 
- sebutkan spek komputer/laptopnya
- Sebutkan merek dan tipe laptopnya
- Sebutkan OS yang ingin digunakan (termasuk berapa bit yang digunakan)
- Sebutkan pesan errornya
- Kalau perlu tampilkan SS

2. Masalah Error BSOD
- Sebutkan kode BSOD seperti 0x0000....
- Kalau perlu tampilkan SS

3. Masalah Error
- Sebutkan pesan errornya
- Kalau perlu tampilkan SS

4. Bertanya Download Driver
- Sebutkan merek dan tipe laptopnya atau merek dan tipe motherboardnya
- Sebutkan untuk os apa digunakan berikut berapa bit yang akan digunakan

5. Bertanya, Kok applikasi ini dan itu tidak bisa diinstall?
- Sebutkan spek dari komputer/laptopnya
- Sebutkan OS yang digunakan, dan bit os yang digunakan

6. Beranya tentang software yang ingin digunakan
- Sebutkan spek komputer/laptop yang digunakan
- Sebutkan OS yang digunakan (berikut berapa bit osnya)

Bila pertanyaan anda lengkap, maka lebih mudah memberikan solusi terhadap pertanyaan/masalah anda

Kami bukan Dewa yang tahu tentang komputer/laptop anda dari jarak jauh atau melalui Internet, itu menyebabkan orang malas mengomentari status anda, dan jawaban tidak langsung bisa diberikan, karena mau tidak mau yang menjawab harus bertanya lagi
- merek komputer anda
- Tipe komputer anda
- os apa yang anda gunakan
- Berapa bit os yang digunakan
- Spek komputer anda
- Apa pesan error di komputer anda

Dan satu hal, mengirim SS JANGAN SELURUH TAMPILAN DESKTOP DI UPLOAD, cukup HANYA PESAN ERRORnya saja
nanti dianggap orang pamer Desktop, tulisan pesan terlalu kecil, akibatnya orang juga akan malas memberikan jawaban dari masalah anda

Bootable CD rescue antivirus

System yang sudah terinfeksi virus susah di scan dengan antivirus yang diinstall, karena antivirus tersebut akan terinfeksi, jadi tidak akan dapat mendeteksi virus yang menginfeksi system
harus di scan dari system os yang bersih
ada beberapa cara untuk menscan system yang sudah terinfeksi virus antara lain

1. Gunakan os lain. untuk cara ini user harus tahu file virus dan file system yang sudah diinfeksi oleh virus, dengan cara mendelete file tersebut
2. Pindahkan hardisk ke komputer yang bersih yang sudah teinstall antivirus, lalu scan hardisknya
3. Scan dengan bootable resxue antivirus

untuk system bootable rescue antivirus, berupa file iso bootable, harus di burn ke cd/dvd atau dibuat bootable usb flashdisk, lalu boot melalui cd rescue untuk menscan hardisk

ada beberapa bootable cd rescue antivirus live cd antara lain

  1. Anvi Rescue Disk
  2. AVG Rescue CD
  3. Avira Rescue System
  4. Bitdefender Rescue CD
  5. Dr.Web LiveDiskCD
  6. Kaspersky Rescue Disk
  7. Panda Cloud Cleaner Rescue ISO
  8. Comodo Rescue Disk
  9. F-Secure Rescue CD
  10. Windows Defender Offline http://windows.microsoft.com/en-US/windows/what-is-windows-defender-offline

Cara Menghilangkan Write Protection pada Flashdisk

Seperti yang sudah di jelaskan pada artikel sebelumnya yaitu Mengembalikan file yang terkena virus di Flashdisk, flashdisk / usb flash drive adalah penyimpanan eksternal yang paling banyak digunakan saat ini. selain karena mudah dibawa kemana-mana, flashdisk juga saat ini memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar. 
namun karena masalah tertentu terkadang flashdisk atau pendrive tidak dapat copy paste file dan hanya dapat membaca file yang sudah tersedia di flashdisk tersebut.


pesan error yang muncul adalah “The disk is write protected”. atau bisa di lihat pada gambar dibawah ini.
dengan munculnya pesan “The disk is write protected” , selain kita tidak dapat copy paste , kita juga tidak dapat format flashdisk tersebut karena akan muncul pesan yang sama.


Kemungkinan kenapa pesan tersebut muncul :
1. Flashdisk terkena malware dan virus yang dapat merubah pengaturan flashdisk menjadi hanya read only dan tidak dapat melakukan aksi lainnya (seperti copy paste atau format)
2. Flasdisk memiliki tombol kecil yang membuat flashdisk menjadi read only
3. untuk mencegah virus dari komputer si pemilik membuat Flashdisk/USB tersebut menjadi read only

Cara Untuk menghilangkannya ada 2 cara yaitu

1. Format flashdisk atau USB secara Low-Level
dengan memformat Flashdisk secara Low-Level, maka flashdisk akan kembali ke kondisi semula. namun data yang ada di USB akan hilang semua.
berikut caranya 
  • pertama anda harus mendownload software khusus untuk menformat flashdisk, karena kita tidak dapat menggunakan opsi format yang disediakan oleh windows.
  • setelah itu format flashdisk dengan low level formatting tool.
  • Setelah itu tekan tombol Win+R dan ketik diskmgmt.msc
  • lalu akan muncul disk management system , tinggal cari flashdisk atau USB , format sekali lagi lalu tentukan kapasitas pada usb tersebut.
2. Mengubah Registry
Jika cara diatas tidak berhasil , maka ada cara lain yang dapat digunakan yaitu mengubah registry.tapi sebelum mengubah registry , pastikan anda sudah membackup nya terlebih dahulu. karena jika terjadi kesalahan saat mengganti pengaturan registry , bisa menyebabkan  crash pada sistem.berikut caranya
  • Pertama buka Run dialog , caranya tinggal klik tombol Win+R lalu ketik regedit
registry editor
  • lalu akan muncul jendela baru , cari folder StorageDevicePolicies,  dengan masuk ke folder berikut
HKEY_LOCAL_MACHINE => SYSTEM => CurrentControlSet => Control => StorageDevicePolicies
remove write protection using registry editor
  • jika folder diatas tidak ada pada editor registry, maka tinggal download batch fike berikut lalu install . secara automatis akan ditambahkan pada editor registry
  • Cari lagi , jika sudah ketemu klik 2 kali pada writeprotect lalu ganti menjadi angka 0

jika sudah melakukan cara diatas maka anda sukses turn of write protection pada windows secara default.